Hukum suara.com SUKATANI – Kegelapan sering kali menjadi kawan bagi kriminalitas dan kecelakaan, namun tidak di Jalan KP Srengseng, Desa Sukamulya. Pada Selasa (05/05/2026), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi membuktikan bahwa komitmen menjaga keselamatan warga bukan sekadar "pemanis" di atas kertas. Lewat operasi pemeliharaan kilat, tim teknis Dishub terjun langsung memastikan setiap sudut jalan di Kecamatan Sukatani kembali benderang.
Aksi jemput bola ini menyasar infrastruktur Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mulai menurun performanya. Langkah ini menjadi krusial mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas warga yang sangat vital, terutama saat matahari mulai tenggelam.
Di bawah kendali petugas profesional, mobil crane Dishub tampak menjulang di antara pepohonan dan kabel jalan. Satu per satu titik lampu diperiksa secara detail. Bukan sekadar mengganti bohlam yang redup, tim juga menyisir instalasi kabel guna mencegah gangguan teknis yang bisa menyebabkan pemadaman mendadak.
Bagi Dishub Kabupaten Bekasi, PJU bukan sekadar fasilitas estetika jalanan, melainkan instrumen pertahanan pertama bagi warga.
"Fungsi lampu jalan adalah instrumen keamanan. PJU yang berfungsi optimal secara otomatis menekan risiko kecelakaan lalu lintas dan, yang paling penting, mempersempit ruang gerak bagi tindakan kriminal di jalanan," tegas pernyataan resmi pihak Dishub dalam rilisnya.
Kehadiran petugas di Desa Sukamulya membawa angin segar bagi para pejuang nafkah yang sering pulang larut malam. Bagi warga Sukatani, setiap watt cahaya yang terpancar dari PJU adalah jaminan ketenangan saat melintasi jalur sunyi.
Operasi ini bukan yang terakhir. Dishub berkomitmen untuk terus melakukan penyisiran ke pelosok-pelosok Kabupaten Bekasi lainnya. Targetnya ambisius: tidak boleh ada sudut jalan strategis yang dibiarkan gelap tanpa pengawasan teknis.
Dengan tuntasnya perawatan di Jalan KP Srengseng, kini pengendara tak perlu lagi was-was saat melintas. Cahaya yang optimal kini menyambut siapa saja, menciptakan atmosfer perjalanan yang lebih ramah dan aman.
Langkah preventif ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik yang responsif adalah kunci utama dalam membangun kenyamanan di Bumi Swatantra Wibawa Mukti.
Penulis : Kinah
