Hukum suara.com KARAWANG – Deru mesin alat berat di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, bukan sekadar bising proyek biasa. Pagi itu, tanah becek dan ilalang liar mulai disingkap, menandai babak baru bagi para lansia yang selama ini menghabiskan senja mereka di bawah atap yang nyaris roboh.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, hadir langsung di lokasi didampingi tim dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP). Bukan sekadar seremoni potong pita, sang Bupati terlihat memantau langsung proses pembersihan lahan yang akan menjadi fondasi bagi Rumah Layak Huni (Rulahu) khusus lansia.
Bagi Pemkab Karawang, program ini bukan sekadar mengejar target angka statistik pembangunan. Ada misi kemanusiaan yang lebih dalam di baliknya.
"Kami ingin memastikan orang tua kita, para lansia di Cilamaya Kulon, bisa tidur dengan nyenyak tanpa rasa was-was saat hujan turun. Ini adalah bentuk penghormatan dan negara hadir untuk mereka," ujar Bupati Aep di sela-sela peninjauan lahan.
Dinas PRKP Kabupaten Karawang bergerak taktis dalam menerjemahkan visi Bupati. Pembersihan lahan ini merupakan langkah awal yang krusial sebelum konstruksi fisik dimulai. Strategi yang diusung adalah pembangunan inklusif, di mana spesifikasi rumah nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan aksesibilitas lansia.
Poin Utama Inovasi Program Rulahu di Bayur Kidul:
Kecepatan Eksekusi: Proses pembersihan lahan dilakukan serentak dengan verifikasi faktual agar pembangunan tepat sasaran.
Standar Kelayakan: Rumah dirancang memiliki ventilasi udara yang sehat dan sanitasi yang memadai.
Skala Prioritas: Fokus pada lansia yang hidup sebatang kara atau dalam kondisi ekonomi paling rentan.
Langkah nyata ini mendapat apresiasi luas dari warga setempat. Kehadiran pemimpin yang mau terjun ke pelosok desa untuk mengawasi pembersihan lahan memberikan optimisme baru bahwa birokrasi di Karawang kini lebih "berkeringat" demi kepentingan rakyat kecil.
Dengan dimulainya pembersihan lahan ini, Desa Bayur Kidul segera menjadi saksi transformasi dari hunian tak layak menjadi istana mungil yang nyaman bagi mereka yang telah renta.
