Baru Seumur Jagung, Fasilitas Toilet GOR Panatayuda Karawang Sudah Tidak Dapat Digunakan

Hukum Suara. Com. KARAWANG – Ironis. Kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi fasilitas umum di Gelanggang Olahraga (GOR) Panatayuda Karawang. Proyek yang baru diresmikan beberapa bulan lalu dan digadang-gadang menjadi kebanggaan warga, kini justru memicu gelombang kekecewaan.

​Fasilitas toilet yang sejatinya menjadi kebutuhan dasar publik di kawasan olahraga tersebut kini kondisinya rusak parah, tak terawat, dan nyaris tidak layak fungsi.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan terjadi secara masif di seluruh ruang toilet. Tidak ada satu pun bilik yang luput dari kerusakan. Mulai dari pintu yang jebol, saluran pembuangan yang mampet total, hingga genangan air kotor yang menimbulkan bau tak sedap dan mengancam higienitas pengunjung.

​Kondisi ini memantik reaksi keras dari masyarakat dan pengunjung yang kerap beraktivitas di GOR Panatayuda. Mereka menyayangkan lemahnya komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang serta pihak pengelola dalam menjaga aset yang dibangun menggunakan uang rakyat tersebut.

​"Sangat disayangkan, ini kan baru diresmikan beberapa bulan. Kok bisa semua toilet rusak berbarengan? Saluran air mampet, air menggenang di mana-mana. Ke mana perginya anggaran pemeliharaan? Kalau dibiarkan, ini jelas pemborosan anggaran daerah," ujar salah satu warga yang rutin berolahraga di kawasan tersebut dengan nada kecewa.

​Sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga dan ruang publik utama di Karawang, GOR Panatayuda hampir setiap hari dipadati warga. Kerusakan fasilitas vital ini dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan publik secara luas, terutama saat GOR digunakan untuk menggelar event olahraga besar atau acara kemasyarakatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak.

​Masyarakat kini mendesak Dinas terkait dan Pemda Karawang untuk tidak menutup mata. warga keluhan di lapangan sepakat menuntut tiga poin utama tindakan konkret:
Pemda melalui pihak pengelola harus segera turun tangan melakukan renovasi total pada saluran air dan fasilitas toilet yang rusak.

​Menuntut adanya manajemen pemeliharaan (maintenance) yang rutin dan terjadwal, bukan hanya sekadar membangun lalu ditinggalkan tanpa perawatan.

​Perlu adanya pengetatan pengawasan di area fasilitas umum, termasuk edukasi bagi pengguna agar ikut menjaga kebersihan.

​Masyarakat Karawang tidak butuh seremonial peresmian yang megah jika pada akhirnya fasilitas publik tersebut terbengkalai dalam hitungan bulan. 

Pemerintah Kabupaten Karawang ditantang untuk membuktikan kepeduliannya Apakah GOR Panatayuda akan diselamatkan menjadi fasilitas yang representatif dan membanggakan, atau justru dibiarkan terus rusak hingga menjadi monumen kegagalan tata kelola fasilitas publik? 

 Warga Karawang menunggu aksi nyata, bukan sekadar janji.
Penulis : Red