Hukum suara. Com- KARAWANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat menggelar rapat konsolidasi internal sekaligus penyerahan dan sosialisasi Surat Keputusan (SK) DPP PDI Perjuangan untuk jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang masa bakti 2025-2030. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di RM Alam Sari, Karawang, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk memanaskan mesin partai pasca-pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) yang berhasil dituntaskan sebelum Idulfitri lalu.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Dr. Dede Anwar Hidayat, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar seremoni penyerahan berkas administratif. Ia mengapresiasi kegigihan seluruh kader dari tingkat PAC hingga ranting yang telah bekerja keras merapikan struktur organisasi, terutama dalam menghadapi sistem validasi data digital yang ketat.
"Kita dihadapkan pada platform sistem yang sangat tertib. Kemarin ada kendala nama panggung atau nama samaran yang tidak terbaca sistem, namun berkat kegigihan sekretariatan dan seluruh pengurus, semuanya bisa tuntas 100 persen. PDI Perjuangan hari ini adalah partai yang tertib administrasi dan disiplin organisasi," ujar Dr. Dede Anwar.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan partai terletak pada kehadirannya di tengah masyarakat. "Tugas kita bukan hanya berkumpul secara seremonial, tapi memastikan partai ini tetap hidup dan hadir di tengah rakyat, baik di dalam maupun di luar kekuasaan," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat turut menitipkan 100 paket sembako untuk didistribusikan kepada masyarakat. Namun, DPC Karawang melakukan langkah inovatif dengan memodifikasi program bantuan tersebut melalui penguatan sektor ekonomi kerakyatan.
"Kami tidak hanya memberikan bantuan konsumtif. DPC PDI Perjuangan Karawang berkomitmen membina UMKM agar naik kelas. Kami akan mengawal validasi izin melalui NIB dan legalitas di Dinas Koperasi agar pelaku usaha kecil memiliki payung hukum yang jelas," tegas Dede Anwar.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Dr. Bedi Budiman, S.IP., M.Si., memberikan pembekalan ideologis yang mendalam kepada para kader. Ia mengingatkan kembali sejarah perjuangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang tetap teguh pada jalur hukum dan konstitusi meski di tengah tekanan rezim masa lalu.
"Ibu Mega adalah kompas moral dan konstitusi kita. Beliau mengajarkan bahwa kekuasaan itu ada batasnya, cukup dua periode sesuai aturan. PDI Perjuangan bukan sekadar gerombolan kepentingan yang hanya ramai saat pesta pora, melainkan partai ideologi yang diikat oleh sejarah dan ajaran Bung Karno," papar Dr. Bedi.
Bedi juga membakar semangat para kader dengan mengingatkan sejarah kemenangan PDI Perjuangan di Karawang yang pernah mencapai angka 34 persen pada Pemilu 1999. Ia meyakini, dengan struktur yang solid hingga ke akar rumput (PAC dan Ranting), kejayaan tersebut dapat terulang kembali.
"Kita adalah pewaris api perjuangan Bung Karno. Nasionalisme kita adalah pengikat keberagaman. Dengan organisasi yang tertib dan disiplin, kita akan lebih efektif membela rakyat karena pada akhirnya, kebenaranlah yang akan menang," pungkasnya disambut tepuk tangan riuh para kader.
Acara ditutup dengan penyerahan SK secara simbolis dan koordinasi teknis mengenai pembukaan pusat pengaduan perjuangan untuk melayani aspirasi masyarakat Karawang secara langsung.
Penulis : Kinah