Bukan Sekadar Seremoni Gedung Baru, Bupati Karawang Tagih Komitmen "Keadilan Air" Perumdam Tirta Tarum



Suara Hukum.live,  KARAWANG – Hari Jadi ke-39 Perumdam Tirta Tarum tidak hanya dirayakan dengan pemotongan tumpeng dan riuh tepuk tangan. Momentum ini menjadi panggung bagi Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, untuk melempar pesan krusial: meresmikan fasilitas fisik itu mudah, namun menjamin hak dasar rakyat atas air bersih adalah ujian sesungguhnya.

Langkah konkret modernisasi memang terpampang nyata lewat peresmian Gedung Pelayanan Baru di area Aula Perumdam Tirta Tarum. Namun bagi orang nomor satu di Karawang ini, kemegahan infrastruktur baru tidak akan berarti apa-apa jika keran air di rumah-rumah warga kecil masih mampet.

Mengusung visi besar “Mewujudkan Layanan Berkeadilan Menuju Karawang Maju Sehat dan Lestari”, Bupati Aep mengirim "sinyal keras" namun bernada optimis kepada jajaran manajemen BUMD tersebut. Air bersih, tegasnya, adalah urusan wajib pelayanan dasar yang tidak mengenal kasta sosial atau wilayah geografis.

"Akses air bersih harus merata. Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Karawang tanpa terkecuali," ujar H. Aep Syaepuloh dengan nada penuh penekanan saat memberikan sambutan.

Pernyataan ini sekaligus menjadi cetak biru (blueprint) baru bagi Tirta Tarum. Manajemen kini ditantang untuk keluar dari zona nyaman perkotaan dan memperluas pipa-pipa distribusi hingga ke pelosok pedesaan yang selama ini masih haus akan pasokan air bersih yang layak.

Kendati melempar tantangan besar, Bupati Aep tak pelit pujian. Ia mengapresiasi lompatan performa yang ditunjukkan Perumdam Tirta Tarum dalam beberapa tahun terakhir. BUMD yang dulunya kerap didera keluhan, kini bertransformasi menunjukkan tren performa yang impresif.

Aep menyoroti dua keberhasilan utama yang berhasil dikawinkan oleh manajemen Tirta Tarum saat ini:

Penanganan keluhan pelanggan yang jauh lebih responsif serta langkah berani melakukan digitalisasi sistem.

Tirta Tarum membuktikan bahwa fungsi sosial (melayani rakyat) dan fungsi ekonomi (mencari profit) bisa berjalan seiring. Kontribusi positif berupa setoran dividen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai melaju sangat sehat.

Diresmikannya Gedung Pelayanan Baru sejatinya adalah babak baru. Karawang hari ini adalah daerah dengan pertumbuhan industri dan pemukiman yang masif. Konsekuensinya, menjaga kualitas bahan baku air dan keberlanjutan lingkungan (lestari) menjadi pekerjaan rumah (PR) berat yang menghadang di depan mata.

Gedung baru ini memikul beban moral yang besar. Fasilitas ini tidak boleh hanya menjadi pajangan estetika, melainkan harus memicu lahirnya budaya kerja baru: lebih cepat, transparan, dan humanis.

Bagi warga Karawang, perayaan angka 39 tahun Perumdam Tirta Tarum ini adalah sebuah kontrak sosial yang dinanti pembuktiannya. Sebuah janji bahwa di masa depan, mengalirnya air bersih ke dapur-dapur mereka bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan hak yang berkeadilan.

Penulis : Kinah