Napas Toleransi dari Karawang: Pesan Bupati Aep Syaepuloh di Hari Jumat Agung

 


Hukum Suara.com, KARAWANG – Suasana khidmat menyelimuti peringatan wafatnya Yesus Kristus atau Jumat Agung di Kabupaten Karawang. Di momen yang penuh refleksi ini, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, hadir membawa pesan sejuk yang melampaui sekat-sekat perbedaan. Baginya, peringatan ini bukan sekadar rutinitas kalender keagamaan, melainkan momentum krusial untuk memperkuat kembali "tenun" kebangsaan.

Dalam pernyataan resminya, Bupati Aep menyampaikan empati dan harapan mendalam bagi seluruh umat Kristiani yang tengah menjalankan ibadah.

"Atas nama pribadi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang, saya mengucapkan selamat memperingati wafatnya Yesus Kristus. Semoga damai dan kasih senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan kita, menguatkan hati di tengah keberagaman yang kita miliki," tutur Aep dengan nada hangat.

Bagi orang nomor satu di daerah berjuluk Kota Pangkal Perjuangan ini, esensi dari peringatan wafatnya Yesus Kristus adalah cinta kasih universal. Ia mengajak seluruh warga Karawang—tanpa terkecuali—untuk memetik hikmah dari nilai pengorbanan dan ketulusan.

Ada tiga pilar utama yang menjadi sorotan Bupati Aep dalam refleksinya tahun ini:

  • Pondasi Spiritual: Mengambil nilai pengorbanan sebagai cermin untuk terus memperbaiki kualitas diri.

  • Solidaritas Tanpa Batas: Menjadikan kasih sebagai perekat hubungan antarwarga, tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.

  • Visi Karawang Inklusif: Komitmen kolektif untuk membangun daerah yang ramah bagi setiap perbedaan.

Bupati Aep meyakini bahwa kekuatan utama Kabupaten Karawang bukan hanya terletak pada sektor industrinya yang maju, melainkan pada kerukunan masyarakatnya. Ia berharap semangat kasih yang diperingati hari ini mampu bertransformasi menjadi energi positif dalam kehidupan sosial sehari-hari.

"Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus menebar kasih dan mempererat persatuan. Dengan kebersamaan, kita akan mampu membangun Karawang yang rukun, damai, dan jauh lebih harmonis," tambahnya dengan optimis.

Pesan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen hadir sebagai pengayom bagi seluruh umat beragama. Di mata Bupati Aep, toleransi bukanlah slogan yang dipajang di baliho, melainkan napas kehidupan yang harus terus dijaga agar Karawang tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua.

Penulis : Kinah