Hukum Suara .comKARAWANG – Duka mendalam yang menyelimuti warga Kecamatan Rengasdengklok dan Kutawaluya akibat kecelakaan maut di Majalengka tiga hari lalu, sempat jadi lebih berat karena kaku aturan! Harapan keluarga korban buat dapat santunan asuransi terbentur tembok tebal regulasi teknis yang bikin mereka tidak bisa mencairkan hak dari Jasa Raharja!
Tapi di tengah kebuntuan itu, Pemkab Karawang bawah komando Bupati H. Aep Syaepuloh bukti bahwa kemanusiaan HARUS menang dari administrasi!
Situasi yang sulit ini jadi ujian nyata buat kepedulian pemerintah. Ketika tahu warga Karawang yang kena musibah tidak bisa dapat santunan gara-gara kendala aturan, Bupati Aep langsung mengambil langkah yang jarang dilakukan: INTERVENSI LANGSUNG!
“Kita tidak boleh biarin keluarga korban berjuang sendirian di saat mereka paling susah! Kalau aturan teknis jadi penghalang buat mereka dapat haknya, ya Pemda yang harus keluar jadi solusi!” tegas Bupati Aep saat menyerahkan santunan, Minggu (29/03).
Langkah inovatif ini bukan cuma omongan aja, tapi tindakan nyata lewat kolaborasi yang super gesit. Pemkab Karawang aktifin "jaring pengaman" sosial bareng Baznas buat pastiin bantuan bisa sampai tanpa proses yang panjang:
- SANTUNAN KEMATIAN: Total Rp50 Juta diberikan buat keluarga korban yang meninggal – terdiri dari Rp10 Juta dari Baznas dan Rp40 Juta dari kas Pemda.
- BANTUAN LUCA BERAT: Dana Rp10 Juta diberikan buat biaya perawatan korban yang lagi berjuang sembuh!
Sinergi ini bukti bahwa birokrasi di Karawang bisa bergerak cepat dan keluar dari jalur biasa demi rakyat kecil!
Bagi Bupati Aep, kehadiran dan bantuan ini adalah pesan yang jelas – negara ada di setiap saat warga sedang merasakan duka! Bukan cuma soal uang, tapi tentang martabat dan perlindungan buat keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama Pemkab Karawang, saya ucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Kita ingin pastiin keluarga yang ditinggalkan dapat kekuatan, dan yang sakit cepat sembuh. Santunan ini adalah bukti kepedulian kita buat ringankan beban mereka!” tutur Bupati Aep dengan nada rendah hati dan penuh empati.
Penulis; Kinah