LOBI KANTOR BUPATI JADI SAKSI – AIR MATA ORANG TUA DAN RESPON CEPAT BUPATI AEP SOAL KESEHATAN MENTAL!



Hukum Suara.com - KARAWANG – Suasana lobi Kantor Bupati Karawang pasca salat Jumat yang biasanya kaku dan formal, tiba-tiba berubah jadi tempat curahan hati yang bikin haru banget! Sebuah pasangan suami istri duduk lesu, membawa beban batin yang sudah mereka pikul selama SEMBILAN TAHUN – anak semata wayang mereka, AMD, sedang mengalami depresi berat!
 
Bukan cuma keluhan biasa lho! Selama hampir sepuluh tahun, kasih sayang mereka malah dibalas dengan cacian bahkan kekerasan fisik dari sang putra yang lagi berjuang dengan masalah mentalnya. Ini bukan hanya luka di badan, tapi juga luka dalam yang dalam banget!
 
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang langsung nemuin pasangan tersebut, bisa merasakan betul rasa takut yang ada di hati mereka.
 
“Bapak dan Ibu ini punya trauma yang sangat mendalam. Mereka sering dipukuli dan dicaci. Kondisi ini bikin mereka belum siap secara psikologis buat menerima anaknya lagi di rumah,” ujar Bupati Aep dengan nada penuh empati.
 
Pemkab Karawang langsung jalanin penanganan yang terpadu, dengan fokus ke dua sisi sekaligus:
 
1. TRAUMA HEALING BUAT ORANG TUA! – Pemerintah bakal kasih pendampingan psikologi khusus buat kedua orang tua. Tujuannya biar mereka bisa pulih dari trauma akibat perilaku anak, jadi nanti keluarga bisa kembali harmonis!
 
2. PERAWATAN MEDIS INTENSIF BUAT AMD! – Saat ini, AMD sudah berada di RSJ Dr. H. Marzoeki Mahdi di Bogor. Selama 14 hari, kondisi mental dan kesehatannya bakal diamati secara menyeluruh sama para ahli!
 
3. REHABILITASI SOSIAL BERKELANJUTAN! – Setelah pulang dari Bogor, AMD tidak langsung dikembalikan ke rumah buat jaga stabilitas keluarga. Dia bakal ditempatin di selter Yayasan Panti Darma Sosial di Kecamatan Batujaya buat terus dapetin pendampingan mental!
 
Langkah cepat ini bukti bahwa masalah kesehatan mental di Karawang bukan lagi jadi hal yang tabu, tapi sudah jadi prioritas utama! Bupati Aep menegaskan bahwa setiap warga berhak merasa aman, bahkan di dalam rumah sendiri.
 
“Kita bukan hanya mau bikin anaknya sembuh, tapi juga mau kembalikan rasa aman buat orang tuanya. Keduanya adalah prioritas kita!” – H. Aep Syaepuloh.
 
Kisah yang terjadi di lobi kantor Bupati siang itu jadi pengingat bahwa kepemimpinan yang kuat dimulai dari kemauan untuk mendengar dan cepat merespon mereka yang sedang terpuruk!

Penulis: Kinah