Kolaborasi Rescue Karang Taruna, BAZNAS, dan Kemenhub Kawal Arus Balik di Jalur Klari

 



Suara Hukum.Live -  KARAWANG – Memasuki hari keenam (H+6) pasca-Lebaran Idul Fitri, jalur arteri Karawang masih menjadi urat nadi utama bagi ribuan pemudik yang kembali ke arah Jabodetabek. Di titik krusial Masjid Jami Nurul Islam, Jalan Raya Klari/Anggadita, sinergi lintas sektoral tetap tegak berdiri demi memastikan keamanan para pelintas jalan.

Tim RESCUE Karang Taruna Kabupaten Karawang bersama BAZNAS Kabupaten Karawang dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan konsistensi tinggi dalam penjagaan pos arus balik. Meski euforia lebaran mulai berganti dengan rutinitas, para petugas di lapangan tetap fokus pada pelayanan kemanusiaan.

Pak Ade Sopyan, Tim Koordinator BAZNAS Kabupaten Karawang, menjelaskan bahwa kehadiran BAZNAS di posko ini adalah untuk memastikan kebutuhan dasar dan bantuan darurat bagi pemudik dapat terpenuhi dengan cepat.

"Kami bersiaga penuh untuk memberikan dukungan logistik dan layanan kemanusiaan bagi para pemudik yang singgah. Di hari keenam ini, semangat tim tidak kendor karena keselamatan pemudik adalah prioritas utama," tegas Ade Sopyan di lokasi, Sabtu (28/03/2026).

Senada dengan itu, petugas jaga dari Kemenhub yang akrab disapa Pace, terlihat sibuk mengatur alur masuk kendaraan ke area parkir masjid untuk beristirahat. Kehadiran personel Kemenhub di titik ini sangat vital untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di bahu jalan raya yang dapat memicu kemacetan panjang.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Rescue Karang Taruna, Utte Listanto, terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan arus lalu lintas.

"Kami tetap memantau dan memprediksi volume kendaraan hingga hari ini. Meskipun puncak arus balik diprediksi sudah terlewati, sisa gelombang pemudik motor dan kendaraan pribadi masih cukup tinggi melintasi Anggadita," ujar Utte.

Kolaborasi antara pemuda Karang Taruna, lembaga zakat (BAZNAS), dan otoritas transportasi (Kemenhub) ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan arus balik di Karawang dilakukan secara gotong-royong demi kenyamanan masyarakat luas.

Penulis : Madun