Hukum Suara.Com KARAWANG — Perusahaan Umum Daerah (PERUMDAM) Tirta Tarum Kabupaten Karawang menutup Tahun Buku 2025 dengan catatan kinerja yang mengesankan. Di tengah dinamika ekonomi yang menantang, BUMD ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp17,27 miliar serta meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran dividen senilai Rp9,5 miliar pada 2026.
Capaian positif tersebut diungkapkan dalam Rapat Tahunan Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Karawang, Rabu (5/8/2026).
Direksi PERUMDAM Tirta Tarum menyampaikan bahwa laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku tersebut sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Drs. Bambang Sudaryono & Rekan per 20 Februari 2026, berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK-EP).
Dari sisi performa finansial, PERUMDAM Tirta Tarum mencatatkan total pendapatan sebesar Rp172,41 miliar dengan beban usaha di angka Rp150,2 miliar. Perusahaan membukukan laba operasi sebelum pajak sebesar Rp22,1 miliar dan laba bersih Rp17,27 miliar.
Lonjakan laba bersih ini berdampak langsung pada peningkatan setoran dividen untuk PAD 2026 yang mencapai Rp9,5 miliar, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,13 miliar.
Tidak hanya unggul dalam perolehan laba, efisiensi operasional perusahaan juga menunjukkan progres luar biasa. Tingkat kebocoran air atau Non-Revenue Water (NRW) berhasil ditekan hingga 25,94 persen sepanjang 2025—jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 33,51 persen. Tren positif ini berlanjut pada Semester I 2026 dengan penurunan angka kebocoran lebih lanjut ke level 23,60 persen.
Atas kinerja komprehensif tersebut, BPKP memberikan predikat "Sehat" dengan skor 3,97 pada 12 Mei 2026, sementara Kementerian Dalam Negeri memberikan kategori "Baik" dengan skor 63,96 berdasarkan Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999.
Dari sektor pelayanan, jangkauan air bersih PERUMDAM Tirta Tarum kini telah melayani sekitar 601.715 jiwa yang tersebar di 28 dari 30 kecamatan di Kabupaten Karawang. Layanan ini didukung oleh 10 kantor cabang, 11 kantor unit/IKK, serta 152.451 sambungan langganan (SL) terdaftar dengan 118.444 pelanggan aktif.
Geliat ekspansi ini diperkuat oleh penyerapan anggaran Program Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (PMPD) 2025 sebesar Rp45 miliar yang terserap sempurna 100 persen. Dana tersebut dialokasikan ke 16 lokasi pengembangan jaringan SPAM—termasuk Telukjambe, Klari, Karawang, dan Ciampel—yang menghasilkan 6.740 sambungan pelanggan baru.
Perusahaan juga memperluas jaringan perpipaan di Cabang Klari, Majalaya, Unit Cikampek, Pangkalan, Tegalwaru, hingga SPAM Regional Jatiluhur I. Selain itu, langkah kolaboratif ditempuh dengan menggandeng delapan pengembang perumahan besar, seperti Astakona, KSM, Emerald, Mangkualam, Megaland, Socia Garden, Trinity, dan Grand Villa.
Di samping itu, inovasi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Taruma+ di Telukjambe kini menjadi salah satu pilar kebanggaan baru dalam memperkuat portofolio layanan publik perusahaan.
Memasuki paruh kedua 2026, PERUMDAM Tirta Tarum membidik alokasi anggaran sebesar Rp42,51 miliar melalui APBD Perubahan 2026. Dana tersebut diproyeksikan untuk mengakselerasi pengembangan SPAM Regional, Cabang Klari, Cabang Majalaya, dan Unit IKK Cikampek dengan target penambahan sekitar 6.073 sambungan pelanggan baru.
Melalui fondasi keuangan yang kokoh, peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat sertifikasi berkala, serta inovasi berkelanjutan, PERUMDAM Tirta Tarum kian mantap mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak pembangunan daerah serta penyedia layanan air minum prima bagi masyarakat Karawang.
Penulis : Kinah