Hukum Suara.com KARAWANG — Wajah pelayanan publik di Kabupaten Karawang tengah dipermak habis-habisan. Bukan hanya soal kecanggihan teknologi, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., justru memulai revolusi birokrasinya dari hal paling mendasar namun sering terabaikan: kebersihan dan kenyamanan fasilitas pelayanan.
Di tengah melambungnya ekspektasi masyarakat, Pemkab Karawang ingin meruntuhkan stigma lama tentang kantor pemerintahan yang kusam, kaku, dan membosankan. Kini, kantor desa hingga kecamatan dituntut bertransformasi menjadi ruang publik yang ramah, bersih, dan berkelas.
Bupati Aep menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tercermin langsung dari kondisi fisik kantornya. Bagi Aep, ruang pelayanan yang bersih dan wangi adalah bentuk rasa hormat paling awal dari pemerintah kepada rakyat yang datang mengurus dokumen.
Dengan gaya kepemimpinannya yang energik, ia memberi instruksi menohok kepada seluruh Camat, Kepala Desa, hingga Lurah se-Kabupaten Karawang.
"Kuncinya tetap konsisten. Kantor kecamatan, kantor desa, dan kantor kelurahan tidak boleh kotor. Ruang pelayanan masyarakat, kenyamanan harus tetap diutamakan. Gaspol terus Bapak Ibu Camat, para Kades, Lurah semuanya!" tegas Bupati Aep.
Langkah ini menjadi dasar penerapan pelayanan berbasis human-centered design—sebuah konsep yang memastikan setiap warga merasa nyaman, dihargai, dan dilayani dengan layak sejak pertama kali melangkahkan kaki di area kantor pemerintahan.
Untuk memastikan instruksi ini bukan sekadar imbauan di atas kertas, Pemkab Karawang memetakan tiga fokus utama perubahan:
Fasilitas Menyenangkan: Ruang tunggu wajib bersih, rapi, dan representatif di seluruh kantor kecamatan, desa, dan kelurahan.
Etos Kerja Cepat & Ramah: Meningkatkan kecepatan respons serta keramahan para aparatur sipil dan perangkat desa.
Sinergi Tanpa Sekat: Mendorong kolaborasi penuh antara Camat, Kades, dan Lurah demi keseragaman standar pelayanan.
Perubahan besar dalam birokrasi tidak mungkin bertumpu pada satu figur saja. Menutup komandonya, Bupati Aep menyampaikan pesan singkat yang sarat makna untuk membakar semangat gotong royong jajarannya.
"Mari kita sama-sama bekerja. Bekerja sama-sama," pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi 'alarm' keras bagi seluruh lini pemerintahan di Karawang. Melayani masyarakat kini bukan lagi soal menggugurkan kewajiban jam kerja, melainkan tentang membangun kepercayaan dan kebanggaan warga Karawang secara berkelanjutan.
Penulis : Kinah
