Hukum Suara.com KARAWANG – Lebih dari sekadar keramaian musiman, Festival Ramadhan Dekranasda Karawang 2026 resmi ditutup dengan catatan gemilang. Selama 10 hari penyelenggaraan, ajang ini menjelma menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang nyata, membuktikan bahwa produk lokal Karawang bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pemain utama di pasar sendiri.
Senin (16/3), suasana penuh syukur menyelimuti seremoni penutupan yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Disperindagkop UKM, serta para kepala OPD. Kehadiran para petinggi daerah ini menegaskan satu hal: UMKM adalah prioritas strategis Karawang.
Data tidak bisa berbohong. Terhitung sejak 5 hingga 15 Maret 2026, festival ini berhasil membukukan total transaksi sebesar Rp161.639.500. Di tengah dinamika ekonomi tahun ini, angka tersebut menjadi validasi bahwa daya beli masyarakat terhadap produk lokal tetap perkasa.
"Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Capaian Rp161 juta dalam sepuluh hari adalah manifestasi kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk kita," ujar pimpinan daerah dalam sambutan hangatnya. "Ini adalah langkah konkret, bukan sekadar seremonial, untuk memompa denyut ekonomi daerah."
Tahun ini, festival tidak hanya menjadi tempat jual-beli, melainkan sebuah platform inkubasi yang mengusung tiga misi besar:
Mengangkat produk unggulan agar memiliki standar yang siap bertarung di level nasional.
Menjembatani pelaku usaha agar lebih melek strategi pemasaran dan menjangkau konsumen baru.
Mempererat kolaborasi antara birokrasi (OPD) dan pelaku usaha demi fondasi ekonomi yang lebih kokoh.
Pemerintah Kabupaten Karawang mengingatkan bahwa keberhasilan ini hanyalah permulaan. Target besarnya adalah kemandirian. Para pelaku UMKM didorong untuk tidak cepat puas dan terus menjaga konsistensi serta inovasi produk.
"Festival ini adalah peluang emas, namun momentum ini harus dijaga. Kita harus saling menguatkan agar UMKM tetap menjadi motor penggerak utama dalam transformasi ekonomi Karawang di masa depan," pungkasnya dengan nada optimis.
Penulis : Kinah
