"Tanggap Darurat Citarum: Pemkab Karawang Pastikan Logistik Aman dan Siapkan Masterplan Rengasdengklok Baru"

 


Hukum Suara.com, KARAWANG – Di balik genangan luapan Sungai Citarum yang masih merendam pemukiman, sebuah langkah nyata diambil untuk memastikan keselamatan warga Rengasdengklok. Bukan sekadar kunjungan formal, peninjauan langsung ke titik pengungsian kali ini menjadi momentum penting bagi Pemda Karawang untuk menyelaraskan bantuan darurat dengan rencana jangka panjang penataan wilayah.

Bersama Kepala BPBD, Dirut RSUD Dengklok, dan jajaran perangkat desa, rombongan memastikan bahwa hak-hak dasar pengungsi terpenuhi secara komprehensif.

Pemerintah daerah telah menetapkan status kesiapsiagaan tertinggi. Dalam kunjungannya, dipastikan bahwa bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan umum, tetapi juga kelompok rentan. Fokus pendistribusian kini mencakup:

  • Kesehatan & Nutrisi: Penyaluran obat-obatan esensial dan makanan bergizi untuk mencegah wabah penyakit pasca-banjir.

  • Kebutuhan Spesifik: Stok makanan bayi dan popok sekali pakai menjadi prioritas guna menjamin kesehatan balita di pengungsian.

  • Kenyamanan Pengungsi: Distribusi selimut dan pakaian layak untuk menjaga kualitas tidur warga di tengah situasi darurat.

"Kami bekerja 24 jam penuh untuk memonitor perkembangan debit air. Personel BPBD tetap dalam siaga satu. Fokus kami adalah memastikan tidak ada warga yang terabaikan selama masa tanggap darurat ini," ujar pimpinan daerah di sela diskusi bersama warga.

Menariknya, kunjungan ini tidak berhenti pada urusan logistik. Di tengah tenda pengungsian, berlangsung diskusi strategis antara pemerintah dan tokoh masyarakat mengenai masa depan Rengasdengklok. Banjir tahunan ini dipandang sebagai titik balik untuk melakukan perbaikan infrastruktur secara radikal.

Terdapat empat poin utama dalam rencana besar (Masterplan) penataan Rengasdengklok, Revitalisasi embung di wilayah Dengklok Utara dan modernisasi saluran drainase untuk mempercepat aliran air ke pembuangan akhir. Transformasi pasar tradisional menjadi kawasan yang lebih higienis dan terorganisir. Pembangunan taman kota sebagai paru-paru kecamatan sekaligus area publik yang humanis. Penertiban bangunan liar yang selama ini menghambat fungsi saluran air dan keindahan kota.

Pemerintah Daerah saat ini sedang mematangkan formulasi anggaran guna merealisasikan visi tersebut. Transformasi Rengasdengklok menjadi kecamatan yang rapi, bersih, dan nyaman bukan lagi sekadar janji, melainkan target kerja yang kini sedang dirumuskan secara teknis.

Sambil menunggu air surut, doa dan dukungan masyarakat menjadi bahan bakar utama bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras. Rengasdengklok tidak hanya akan pulih, tapi akan lahir kembali dengan wajah yang lebih tangguh.

Penulis : Kinah