Suara Hukum.Live. JAKARTA – Di bawah lampu sorot Hall JI-EXPO Kemayoran, sebuah pencapaian substantif bagi masyarakat Karawang resmi dipatrikan. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Kategori Madya, sebuah supremasi di bidang layanan kesehatan nasional. Namun, di balik piala emas tersebut, tersimpan narasi tentang keberanian anggaran dan pemerataan fasilitas yang ambisius.
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni pengisi lemari prestasi. Bagi Kabupaten Karawang, ini adalah pernyataan bahwa "Sakit" tidak boleh lagi menjadi momok yang memiskinkan.
Jurnalisme kebijakan melihat langkah Aep Syaepuloh sebagai bentuk intervensi APBD yang berani. Fokusnya jelas: memutus rantai "takut berobat karena biaya." Strategi ini tidak berjalan di atas kertas belaka, melainkan melalui dua kebijakan radikal:
Jaring Pengaman Finansial: Pemkab Karawang mengambil alih beban iuran BPJS bagi warga rentan. Ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi pada kualitas hidup manusia yang dampaknya terasa hingga ke meja makan keluarga prasejahtera.
Desentralisasi Penyelamatan: Karawang menolak konsep sentralisasi medis. Melalui strategi "Tiga Pilar RSUD", akses kesehatan didekatkan ke pintu rumah warga:
RSUD Karawang sebagai pusat komando medis.
RSUD Jatisari dan RSUD Rengasdengklok sebagai benteng pelayanan di wilayah penyangga.
Capaian Kategori Madya ini adalah manifestasi dari "mesin" birokrasi yang mulai panas dan sinkron. Keberhasilan ini menuntut sinergi antara nakes di puskesmas terpencil hingga kebijakan di meja dinas. Transformasi ini mengubah wajah rumah sakit plat merah yang dulu identik dengan antrean panjang, menjadi layanan yang lebih manusiawi dan berbasis solusi.
"Ini adalah tentang martabat warga Karawang. Kami memastikan sistem kesehatan hadir sebelum mereka membutuhkan," ujar Aep usai menerima penghargaan.
UHC Award hanyalah sebuah titik awal. Ujian sesungguhnya bagi Karawang adalah menjaga konsistensi kualitas layanan di tengah dinamika populasi yang terus tumbuh. Namun, dengan infrastruktur yang kini tersebar merata, Karawang telah membangun fondasi kuat untuk membuktikan bahwa kesehatan berkualitas bukan lagi mimpi yang mahal.
Penulis : Dewa
