Hukum Suara.com. KARAWANG – Di sebuah ruang pertemuan di Hotel Swiss-Belinn Karawang, Minggu (1/2/2026), narasi besar tentang masa depan Indonesia sedang dirajut. Organisasi NKRI tidak lagi bicara soal ekspansi jumlah anggota, melainkan melakukan pivot strategis dengan menempatkan Kualitas Manusia sebagai "panglima" perjuangan organisasi.
Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026, organisasi ini resmi merilis cetak biru pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dirancang untuk menjawab kegelisahan zaman: ekonomi yang stagnan, literasi hukum yang rendah, dan apatisme politik.
Melampaui Pembangunan Fisik
Ketua Umum NKRI, H. M.E. Suparno, membuka forum dengan sebuah otokritik terhadap arah pembangunan nasional. Baginya, kejayaan bangsa yang hanya bersandar pada megahnya infrastruktur adalah rapuh.
"Pembangunan bangsa tidak boleh terjebak dalam jebakan infrastruktur fisik semata. Kualitas manusia yang kreatif, sadar hukum, dan partisipatif adalah nyawa dari kemajuan yang berkelanjutan," tegas Suparno dengan nada bariton di hadapan delegasi dari seluruh penjuru nusantara.
Pesan ini menjadi mandat bagi setiap kader untuk turun ke akar rumput, bukan hanya sebagai simbol, melainkan sebagai problem solver (pemecah masalah) bagi persoalan nyata di masyarakat.
Sinergi di "Garis Depan" Ekonomi, Hukum, dan Politik
NKRI tidak bekerja di ruang hampa. Kehadiran Dea Eka Rizaldi, S.H., Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, memberikan sinyal bahwa gerakan ini mendapat restu dan dukungan dari sisi kebijakan legislatif.
Dea menyoroti bahwa sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara adalah harga mati untuk menciptakan demokrasi yang sehat. "SDM yang melek hukum dan kreatif adalah fondasi.
Tanpa itu, kesejahteraan hanyalah angan-angan," ungkap legislator dari Fraksi Gerindra tersebut.
Tiga Pilar Transformasi 2026
Rakernas ini menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang diringkas dalam tiga mandat utama:
Menjadikan kader sebagai lokomotif ekonomi lokal, bukan sekadar konsumen.
Membangun benteng kesadaran hukum agar hak-hak masyarakat kecil tidak mudah tergerus. Mendorong keterlibatan publik dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan.
Lebih Profesional, Lebih Berdampak
Forum ini juga menjadi ajang evaluasi tajam bagi kinerja internal. NKRI kini bertransformasi menjadi organisasi yang lebih sistematis dalam mengawal isu kebangsaan. Rakernas di Karawang bukan sekadar garis finis dari sebuah pertemuan rutin, melainkan titik start baru untuk aksi nyata.
"NKRI siap berkontribusi. Kami bukan hanya penonton di pinggir lapangan, tapi pemain aktif dalam membangun SDM unggul," pungkas Suparno menutup Rakernas dengan optimisme tinggi.
Penulis : kinah